SIMPUL KEEMPAT : MENGARAHKAN SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU KEPADA ILMU AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH*

*SIMPUL KEEMPAT : MENGARAHKAN SEMANGAT DALAM MENUNTUT ILMU KEPADA ILMU AL-QUR'AN DAN AS-SUNNAH*

المعقد الرابع صرف الهمة فيه إلى علم

القرآن والسنة

إنَّ كلَّ علم نافع مرده إلى كلام الله وكلام رسوله ، وباقي العلوم : إما خادم لهما ؛ فيؤخذ منه ما تتحقق به الخدمة، أو أجنبي عنهما ؛ فلا يضر الجهل به.

وما أحسن قول عياض اليَحصُبي في كتابه «الإلماع» :

العلم في أصلين لا يعدوهما

إلَّا المُضِلُّ عن الطريق اللاحب

علم الكتاب وعلم الآثار (۱) التي قد أسـنـدت عـن تـابـع عـن صـاحـب

وقد كان هذا هو عليم السلف - عليهم رحمة الله -، ثم كثر الكلام بعدهم فيما لا ينفع، فالعلم في السلف أكثر، والكلام فيمن بعدهم أكثر.


Sesungguhnya setiap ilmu yang bermanfaat pada hakikatnya kembali kepada firman Allah dan sabda Rasul-Nya ﷺ.

Adapun ilmu-ilmu yang lain, maka kedudukannya tidak lepas dari dua keadaan:

1. Menjadi pelayan bagi Al-Qur'an dan As-Sunnah, sehingga diambil darinya kadar yang diperlukan untuk membantu memahami keduanya.


2. Tidak berkaitan dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka ketidaktahuan terhadapnya tidaklah membahayakan seseorang dalam agamanya.



Alangkah indah perkataan Al-Qadhi 'Iyadh Al-Yahshubi رحمه الله dalam kitab Al-Ilma':

> Ilmu itu pada asalnya tidak keluar dari dua pokok,

Kecuali orang yang menyimpang dari jalan yang lurus.

Yaitu ilmu Al-Kitab dan ilmu Atsar (hadits-hadits),

Yang diriwayatkan dengan sanad dari tabi'in, dari sahabat.



Inilah ilmu yang menjadi perhatian utama para ulama salaf rahimahumullah.

Namun setelah mereka, pembicaraan tentang berbagai hal yang tidak bermanfaat semakin banyak. Akibatnya, ilmu yang hakiki pada generasi salaf lebih banyak, sedangkan pada generasi setelah mereka pembicaraan dan perdebatan lebih banyak.

Pelajaran yang Dapat Diambil

Seorang penuntut ilmu hendaknya menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai fokus utama dalam menuntut ilmu. Sebab keduanya adalah sumber petunjuk, sumber hidayah, dan jalan keselamatan dunia serta akhirat.

Bukanlah ukuran keberhasilan dalam menuntut ilmu banyaknya informasi yang diketahui, banyaknya buku yang dibaca, atau banyaknya perdebatan yang dimenangkan. Akan tetapi keberhasilan yang sesungguhnya adalah semakin dalam pemahaman seseorang terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah serta semakin besar pengamalannya terhadap keduanya.

Para salaf lebih sedikit berbicara, namun lebih dalam ilmunya. Adapun banyak orang setelah mereka, pembicaraannya semakin banyak, tetapi manfaat ilmunya semakin sedikit.

Komentar

Postingan Populer